Kamis, 20 Oktober 2011

Janjikan Kontribusi Terbaik


Sebagai pemain kelahiran Serang, Banten, Mohammad Nasuha (27) memulai karier profesionalnya bersama Pelita Krakatau Steel Cilegon pada Liga Indonesia (LI) IX/2003. Ketika itu usianya baru menginjak 19 tahun. Setelah empat musim, termasuk ketika Pelita KS hijrah ke Purwakarta usai terdegradasi ke Divisi I,  bek kiri kelahiran 15 September 1984 ini hijrah ke Persikota Tangerang pada LI XIII/2007. Kendati gagal mengantarkan Persikota menembus Liga Super Indonesia (LSI) yang mulai diputar pada tahun 2008, permainan Nasuha memikat hati pelatih Sriwijaya FC Palembang, Rahmad Darmawan.

Keputusannya untuk meninggalkan tanah Jawa berbuah manis. Bersama RD --sapaan akrab Rahmad Darmawan-- performa Nasuha semakin menanjak. Setelah dua kali turut mengantarkan "Laskar Wong Kito" menjuarai Copa Indonesia, Nasuha mulai dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk memperkuat tim "Merah-Putih".  Sejak memulai debutnya melawan Singapura dalam sebuah laga persahabatan, 4 November 2009, hingga saat ini Nasuha menjadi langganan tim nasional, termasuk ketika ia mengikuti jejak RD ke Persija Jakarta pada LSI 2010-2011.

Masih berstatus pemain nasional, dan juga atas rekomendasi RD, Nasuha menerima pinangan PERSIB di awal musim 2011-2012. Seperti kebanyakan pemain lainnya, Nasuha pun menyatakan rasa senangnya bisa berkostum PERSIB. Setelah diperkenalkan kepada publik sepak bola Bandung, Nasuha berjanji memberikan seluruh kemampuan terbaiknya untuk membantu tim kebanggaan bobotoh ini meraih prestasi terbaik. "Buat saya, bermain di manapun sama saja. Tapi, saya merasa senang bisa membela PERSIB. Misi utama adalah memberikan segala kemampuan terbaik untuk klub yang saya bela sekarang," katanya.***
Data Diri Mohammad Nasuha
No. Punggung---:---11
Nama Lengkap---:---Mohammad Nasuha
Panggilan---:---Nasuha
Kelahiran---:---Serang, 15 September 1984
Tinggi/Berat---:---172 cm/65 kg
Posisi---:---Belakang
Klub Sebelumnya---:---Persija Jakarta (2010-2011)
Caps/Gol LSI---:---74 main/5 gol

Fokus memadukan pemain timnas dan tim


Pelatih Drago Mamic sudah mempersiapkan program latihan selama satu bulan ke depan. Menurut pelatih berkebangsaan Kroasia ini, PERSIB memiliki waktu persiapan yang cukup, terlebih untuk menghadapi pertandingan-pertandingan lanjutan yang kembali akan digelar awal Desember. Drago sudah mulai mengkondisikan pemain untuk melewati beberapa siklus latihan. Latihan tersebut merupakan rangkaian program kerja persiapan tim untuk lebih meningkatkan kualitas individu pemain dan permainan tim.

Agar seluruh pemain siap untuk ditempa latihan dalam kondisi prima, Drago memberikan waktu selama empat hari libur untuk seluruh pemain beristirahat. "Untuk menjalani program latihan, seluruh pemain harus dalam kondisi prima agar dapat meraih hasil yang maksimal pada saat latihan," ujarnya.

Drago mengatakan dengan menerapkan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi pemain, mereka akan mampu beradaptasi dengan sebuah konsepsi permainan sepakbola yang ingin dia bangun bersama seluruh pemain dan menjalankannya secara otomatis dengan cara memulai dari latihan dasar penguatan fisik. Menurutnya, daya tahan fisik adalah salah satu faktor agar pemain bisa lebih fokus dan konsentrasi di lapangan.

"Jika fisik kita mumpuni untuk bermain dan tidak ada masalah, maka konsentrasi pemain di lapangan akan terjaga. Jika bisa menjaga konsentrasi terhadap pertandingan, maka seluruh pemain bisa menjalankan peran dan disiplin sesuai intruksi di posisinya masing-masing dengan rasa penuh tanggung jawab," ujarnya.

Selain membangun kondisi fisik pemain, koordinasi antarpemain dan saling memahami karakter bermain rekan satu tim menjadi perhatian khusus Drago. Pasalnya, Drago cukup kesulitan memadukan para pemain yang berlaga di pentas nasional dengan para pemain yang menghuni tim. "Kita tidak banyak waktu untuk berlatih bersama-sama para pemain nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang tepat dan kerja keras agar tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini bisa tampil di lapangan dengan performa lebih baik lagi," ujar Drago.

Kamis, 06 Oktober 2011

Cara menangkal serangan santet menurut hukum fisika

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLy6a5YPQVV4thzyi5B9yitsDdA_YCNf7pln2lhStc1BLrstKzyr7KvMLeaT-2dkIj6RCdzRkpaVLHcma3zBTxImkxcRmOTM5kusaBKdq5R7YitjdCwHl4-aumv_OMEkKOV6GtYPTpE_LY/s320/Sihir+santet.png

Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya. 

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. 

Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini. 

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).



Beberapa Metodenya :

1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.


Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.


2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-).


Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. 

Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.


3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). 



Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. 

Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. 

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.



Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta. 

Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.